Apa Perbedaan Laba Berjalan dan Laba Ditahan?
2 menit baca
Untuk kamu yang sudah memantapkan diri untuk memulai investasi, selamat, kamu sudah selangkah lebih maju menuju kehidupan yang bebas secara finansial. Sebagai investor kamu tentunya sudah familiar dengan istilah laba dong?
Namun ternyata, laba sendiri dapat dibagi ke beberapa kategori lho! Fyi, ada dua macam laba yang wajib kamu ketahui secara dasar, yakni laba berjalan dan laba ditahan. Lalu apa sih perbedaan antara keduanya? Dan apa manfaat dan kegunaan laba ditahan? Simak penjelasan di bawah ini dan mari bijak berinvestasi bersama Bizhare!
Laba Berjalan
Laba sendiri memiliki makna perbandingan antara pendapatan dengan beban. Jadi, apabila pendapatan yang dihasilkan lebih beban maka itulah yang disebutkan sebagai Laba Bersih. Sedangkan Laba Berjalan merupakan laba yang didapatkan dalam buku tahunan berjalan setelah dipotong pajak.
Laba Ditahan
Laba ditahan atau yang biasa disebut sebagai retained earnings merupakan bagian dari laba bersih perusahaan yang ditahan juga tidak dibayarkan kepada investor sebagai dividen. Laba Ditahan biasanya disimpan oleh perusahaan untuk menjadi dana ‘jaga-jaga’, atau menjadi dana untuk perkembangan perusahaan.
Berapa jumlah laba ditahan?
Jumlah laba ditahan biasanya mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan dan tentunya setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Cara menghitung laba ditahan adalah dengan menilai selisih laba bersih dan dividen jumlah dari selisih tersebut yang merupakan jumlah laba ditahan. Sehingga, untuk mengetahui nominal laba ditahan kamu harus memperhatikan betul laporan keuangan dari bisnis yang dijalankan.
Apa manfaat dari Laba Ditahan?
Seperti yang dijelaskan di atas, Laba Ditahan bisa menjadi dana cadangan perusahaan untuk berbagai hal. Namun biasanya Laba Ditahan dimanfaatkan untuk membiayai operasional perusahaan, perkembangan perusahaan dan juga melunasi utang perusahaan.