17 October 2022
4 menit baca

5 Tips Investasi di P2P Lending untuk Memaksimalkan Keuntungan

4 menit baca

 

Peer-to-peer lending atau P2P Lending adalah salah satu instrumen investasi yang tergolong baru di Indonesia. Kehadirannya memberikan alternatif investasi bagi masyarakat. Pada tahun ini, semakin banyak orang mulai tertarik untuk mencoba menanamkan modalnya di peer-to-peer lending.

 

Jika Anda tertarik untuk mencoba berinvestasi di peer-to-peer lending, ada beberapa hal yang perlu Anda cermati. Berikut ini tips investasi untuk pemula di P2P Lending yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan keuntungan.

 

Mengetahui Cara Kerja Investasi P2P Lending

Tips investasi di peer-to-peer lending yang pertama adalah mengetahui cara kerja investasi ini. Peer-to-peer lending adalah platform yang mempertemukan pemodal (lender) atau investor dan peminjam (borrower) yang merupakan pelaku UMKM agar terjadi proses pinjam-meminjam secara online.

 

Jika Anda melakukan investasi di P2P Lending, modal yang Anda investasikan akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada pelaku UMKM di Indonesia. Anda akan mendapatkan keuntungan atau return dari suku bunga pinjaman.

 

Mengetahui Keuntuntungan dan Risiko Investasi P2P Lending

Setiap jenis investasi memiliki keuntungan dan juga risiko masing-masing. Anda perlu menemukan mana investasi terbaik untuk Anda dengan mengetahui keuntungan dan risikonya.

 

Berikut ini adalah keuntungan investasi P2P Lending:

 

Imbal hasil yang tinggi

P2P Lending menawarkan imbal hasil yang tinggi jika dibandingkan bila Anda menyimpan uang Anda di bank. Bila menyimpan uang di bank, Anda hanya akan mendapatkan bunga sekitar 0,5% hingga 2% per tahun. Sementara itu, investasi P2P Lending memungkinkan Anda mendapatkan imbal hasil 15% hingga 25% per tahun.

Jika Anda hanya menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank, bunga yang  Anda dapatkan lebih kecil daripada nilai inflasi rata-rata Indonesia. Nilai inflasi rata-rata di Indonesia mencapai 8% per tahun. Sedangkan P2P Lending memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi daripada nilai inflasi rata-rata.

 

Tenor yang singkat

Tenor adalah jangka waktu kredit untuk peminjam. Di P2P Lending, seseorang bisa mengajukan pinjaman dengan pilihan tenor mulai dari 14 hari hingga 365 hari. Sebagai investor, Anda juga bisa memilih ingin mendanai pinjaman dengan tenor 14 hari atau lebih.

 

Investasi P2P Lending termasuk investasi jangka pendek karena Anda bisa menikmati keuntungan dalam waktu maksimal satu tahun. Karena tenor yang singkat ini, P2P Lending adalah investasi jangka pendek menguntungkan yang bisa Anda perhitungkan.

 

Proses Investasi Mudah dan Cepat

Peer-to-peer lending adalah model investasi berbasis teknologi. Dalam proses pendaftaran, investasi, dan mendapatkan keuntungan, Anda bisa melakukannya secara online. Cukup bermodalkan gadget dan juga internet, Anda sudah bisa melakukan proses investasi secara mudah dan cepat.

 

Setelah mengetahui keuntungan investasi di P2P Lending, Anda kini perlu mengetahui risiko investasi P2P Lending. Berikut ulasannya.

 

Investasi tidak likuid

Investasi P2P Lending adalah salah satu jenis investasi yang tidak likuid. Anda tidak bisa mencairkan uang Anda kapan saja karena ada tenor. Jika Anda memilih mendanai pinjaman dengan tenor 60 hari, Anda tidak bisa mengambil uang Anda sebelum tenor berakhir.

 

Borrower terlambat membayar

Salah satu risiko yang harus Anda hadapi ketika melakukan investasi di P2P Lending adalah adanya kemungkinan borrower terlambat mengembalikan uang yang dipinjamnya. Keadaan ini disebut juga kredit tidak lancar. Jika hal ini terjadi, Anda tidak bisa mendapatkan uang Anda dan bunganya tepat waktu sesuai dengan tenor.

 

Borrower tidak bisa membayar

Selain risiko borrower terlambat membayar, ada risiko borrower tidak bisa membayar pinjaman. Keadaan ini disebut gagal bayar atau kredit macet. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin tidak bisa mendapatkan uang pokok sekaligus bunga yang harusnya Anda dapatkan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memilih peluang pendanaan dengan asuransi, sehingga Anda bisa mendapatkan uang Anda kembali.

 

Memilih P2P Lending yang Legal

Tips investasi di P2P lending selanjutnya adalah memilih investasi yang legal. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah perusahaan fintech P2P Lending sudah legal?

Silakan kunjungi situs web Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di dalam situs itu, Anda akan menemukan daftar perusahaan P2P Lending yang legal dan diawasi oleh OJK.

OJK memiliki aturan khusus mengenai perusahaan fintech P2P Lending yang tercatat dalam POJK Nomor 77/POJK.01/2016. P2P Lending yang legal akan memiliki integritas dan mematuhi regulasi tersebut. Memilih P2P Lending yang legal membuat Anda memiliki perlindungan hukum ketika melakukan investasi. Jangan sampai Anda terjebak dalam investasi bodong atau investasi abal-abal yang tidak legal.

 

Membaca Fact Sheet

Sebelum melakukan pendanaan pada peluang-peluang pendanaan UMKM, Anda harus membaca fact sheet setiap perusahaan. Fact sheet adalah laporan mengenai keuangan pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman ke P2P Lending.

Melalui fact sheet tersebut, Anda bisa mengetahui bidang usaha perusahaan dan jumlah karyawan. Anda juga bisa mengetahui laba perusahaan tersebut dan riwayat peminjaman. Selain itu, Anda juga akan mengetahui skor kredit perusahaan. Berdasarkan fact sheet ini, Anda bisa menentukan apakah Anda mau menginvestasikan uang Anda sebagai pinjaman modal usaha untuk perusahaan tersebut.

 

Melakukan Diversifikasi

Dalam platform P2P Lending akan ada banyak pilihan pendanaan. Oleh karena itu, tips investasi di P2P Lending yang terakhir adalah melakukan diversifikasi. Strategi diversifikasi adalah strategi dalam investasi yang dilakukan dengan menyebarkan modal ke beberapa instrumen investasi. Modal yang Anda miliki, jangan hanya diletakkan dalam satu peluang pendanaan.

 

Strategi diversifikasi ini penting untuk meminimalisasi risiko berinvestasi di P2P Lending. Jika Anda meletakkan semua modal Anda pada satu peluang pendanaan, Anda harus siap menghadapi risiko borrower terlambat mengembalikan uangnya atau gagal bayar. Jika begitu, semua modal Anda akan hilang dan Anda merugi.

 

Risiko ini bisa diperkecil jika Anda melakukan diversifikasi. Misalnya Anda menyebar modal Anda dalam 10 peluang pendanaan. Jika ada satu borrower yang gagal bayar, Anda tidak akan kehilangan semua uang Anda. Masih ada instrumen lain yang membuat Anda untung.

 

Itulah beberapa tips investasi di P2P Lending untuk memaksimalkan keuntungan Anda. Anda bisa mulai mempraktikkan tips ini dan berinvestasi di P2P Lending Modal Rakyat untuk mendapatkan keuntungan 15% hingga 25% per tahun.

14 Reads
Author: Bizhare Editor
0 Suka