Strategi Marketing Fish Streat, Brand Ternama di Kalangan Millenial
2 menit baca
Bicara tentang kuliner pastinya tak bisa lepas dari masyarakat milenial. Berkembangnya bisnis kuliner hits di Indonesia terjadi berkat antusias para kaum milenial dalam mengeksplorasi rasa dalam sebuah hidangan. Maka tak heran jika kaum milenial kerap menjadi target utama brand kuliner dalam memasarkan produknya.
Hal tersebutlah yang sukses dilakukan oleh seorang Ferly Aninditya yang merupakan CEO dari berbagai brand kuliner ternama seperti NGIKAN, Fish Streat, Jonkira dan juga Makan Sob. Bisnis kuliner yang digeluti oleh Ferly kerap menjadi makanan populer di telinga masyarakat. NGIKAN salah satunya, brand yang menawarkan berbagai menu berbahan dasar ikan ini sempat menjadi brand yang viral karena menggandeng salah satu influencer ternama, Rachel Vennya.
Sukses dengan NGIKAN, Siapa sangka kalau brand pertama yang dibangun Ferly sebelum NGIKAN adalah Fish Streat. Brand dengan tagline “Pelopor Fish n Pasta” ini telah memiliki lebih dari 70 ribu followers di sosial media dan telah direview oleh banyak food blogger/vlogger di Indonesia. Kesuksesan Fish Streat juga dibuktikan dengan hadirnya berbagai cabang Fish Streat di berbagai wilayah strategis di Jakarta, Depok hingga Bekasi. Lantas strategi seperti apa yang diterapkan Ferly dalam membangun Fish Streat dan bisnis barunya yakni Jonkira? Yuk simak.
Menerapkan strategi pemasaran ala anchor brand internasional
Memiliki misi menjadi anchor brand lokal, Ferly Aninditya tak ingin kalah bersaing dengan anchor brand internasional seperti McDonalds maupun KFC. Hal ini diterapkan Ferly mulai dari segi harga menu yang kompetitif, kualitas bahan makanan yang terjaga, market control dan juga lokasi yang strategis.
Mendekatkan diri kepada konsumen
Lokasi menjadi hal krusial dalam membangun bisnis terutama bisnis kuliner. Memiliki outlet di wilayah Juanda, Depok. Ferly memutuskan untuk memindahkan lokasi outletnya di Margonda yang lebih mudah diakses oleh konsumen yaitu dekat dengan berbagai kampus seperti Universitas Gunadarma dan Kober.
Menghadirkan sajian dengan citarasa otentik yang halal dan harga kompetitif
Ferly menjelaskan bahwa Fish Streat dan Jonkira menawarkan menu hidangan yang memiliki citarasa unik. Ferly melihat banyak sekali ramen dan Fish and Chips di Indonesia yang enak tapi tidak otentik, sedangkan melalui Fish Streat dan Jonkira, Ferly menawarkan keaslian rasa ramen dan Fish Streat yang halal serta harga yang kompetitif.
Menaikkan Level Identity brand
Misi besar Ferly untuk menjadikan Fish Streat dan Jonkira sebagai anchor brand seperti berbagai brand ternama, Hokben, Bakmi GM dan lainnya, Ferly kini dalam proses menaikkan level identity brand dengan cara membuat semua aspek dalam bisnisnya seragam mulai dari design, service hingga kualitas produk.
Membuat Marketing Calendar
Untuk meningkatkan penjualan Fish Streat dan Jonkira juga Ferly memiliki marketing calendar khusus yang berisi mengenai jadwal tema store seperti mengadakan acara cosplay untuk Jonkira dan juga promo khusus seperti menghadirkan kids meal yang akan dilakukan setiap bulan.
Selain itu, Ferly juga agresif melakukan influencer marketing dan digital strategy secara simultan.
Jadi kapanlagi memiliki saham bisnis dua brand dengan potensi bisnis yang luar biasa serta historical performance yang baik? Segera bergabung dalam telegram group bit.ly/diskusifishstreat untuk mengetahui lebih detail mengenai penawaran saham bisnis Fish Streat dan Jonkira.