17 October 2022
6 menit baca

5 Prinsip Dasar yang Bikin Bisnis Kamu Sukses

6 menit baca

 

Kesuksesan sebuah bisnis memang bisa dikatakan relatif, karena tergantung dalam bidang apa dan bagaimana kriterianya. Tahukah anda,  Perusahaan mempunyai goal masing-masing yang berbeda? Ini berpengaruh kepada definisi sukses mereka masing-masing. Ada perusahaan yang bertujuan untuk mencari keuntungan dari produk dan jasanya. Lho bukannya semua bisnis seperti itu?

 

Ya, memang betul, namun strategi mendapatkan keuntungannya berbeda-beda. Ada yang langsung dari awal sudah mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan. Namun, ada juga yang golnya dari awal membuat perusahaannya untuk dijual kepada perusahaan lain, sehingga fokusnya adalah bagaimana membuat konsep dan sistem perusahaan yang terlihat seksi di mata investor, mencari pendanaan dalam jumlah besar serta meningkatkan valuasi perusahaan.

 

Ketika membuat perusahaan jenis ini, bisa jadi dalam kegiatan operasionalnya, secara bisnis belum menguntungkan. Mereka fokus kepada bagaimana mendapatkan banyak konsumen terlebih dahulu secara maksimal, membuat mereka terbiasa untuk membeli dengan kita, baru kemudian mendapatkan keuntungan secara terus menerus di kemudian hari.

 

Inilah yang disebut Customer Lifetime Value, dimana nilainya sudah dihitung hingga seberapa sering customer tersebut kembali dan membeli produk anda lagi dan lagi. Keuntungan mereka sebenarnya, lebih banyak ketika perusahaan tersebut dijual dengan valuasi yang besar, entah kepada perusahaan lain, investor ataupun publik (IPO).

 

Tapi, untuk sekarang, anda boleh lupakan itu semua, karena bukan itu yang ingin kita bahas kali ini. Secara mendasar, perusahaan dengan skema keuntungan apapun, dan bagaimanapun goalnya, tetap harus memiliki prinsip-prinsip yang benar supaya bisa bersaing di pasaran.  Prinsip-prinsip dasar inilah yang biasa dimiliki oleh bisnis-bisnis sukses, baik dalam hal meraih pelanggan, memenangkan persaingan dan meroketkan omset penjualan :

 

Membuat Orang Menjadi ‘Lebih Mudah’

 

 

Terkadang, bukan seberapa bagus dan menarik produk dan jasa anda, namun apakah produk anda membuat konsumen anda menjadi lebih mudah dalam berbagai hal. Lebih mudah disini terutama dalam menjalankan kehidupan mereka masing-masing.

 

Misalkan, sebut saja Ojek online, mereka membuat pemesanan ojek yang tadinya kita harus datang ke pangkalan ojek, menawar harga, kemudian baru bisa mendapatkan ojek, sekarang anda bisa sangat dimudahkan, tidak perlu capek-capek mencari, bahkan anda dijemput langsung ke tempat anda berada.

 

Tak sampai situ saja, pernahkah anda bayangkan ojek bisa kita minta tolong untuk membeli makanan dan minuman tanpa kita harus ikut membonceng di belakangnya? Inilah yang membuat Ojek online bisa sukses merebut hati para konsumennya, apalagi jumlah market mereka yang sangat luas, sehingga bisa membantu banyak orang.Pertanyaannya bagaimana dengan produk anda?

 

Bisa “Lebih Murah” dibandingkan yang lain

 

 

Lebih murah sebenarnya adalah suatu keunggulan, namun keunggulan ini bagaikan pedang bermata dua. Mengapa demikian? Strategi berbisnis ini adalah strategi yang paling dasar, sehingga semua orang yang ingin bersaing secara naluri melakukan penurunan harga agar barang dagangannya cepat laku. Namun, bayangkan saja, bila semua orang melakukan itu, apa yang terjadi pada barang/ produk sejenis tersebut? 

 

Tentu harganya akan rusak dan keuntungan yang didapat juga semakin tipis. Oleh karena itu, sebagai pebisnis yang handal, anda harus bijak jika ingin menggunakan strategi ini. Sebaiknya, sebelum kita melakukan strategi ini, harus dibuat rencana yang matang, apalagi sudah menyangkut brand dan konsistensinya di pasar, karena sekali harga produk dan jasa anda turun, sulit untuk menaikkannya kembali.

 

Secara teknis, sebenarnya anda jangan pernah melakukan penurunan harga produk atau jasa anda. Penurunan harga bisa memberikan efek barang anda tidak laku atau penurunan kualitas. Jika ingin menurunkannya, gunakan taktik promosi atau diskon pada jangka waktu tertentu dan beritahukan alasan kenapa ada promosi demikian. Kalau tidak, pembeli anda yang di awal membeli produk anda, akan merasa dirugikan dan kecewa terhadap anda. Hal inilah yang dilakukan oleh perusahan minuman Starbucks Indonesia yang sering melakukan promo diskon 40-50% dalam jangka waktu tertentu.

 

Sebenarnya anda bukan hanya bisa mengatur harga produk dan jasa anda untuk menjadi lebih murah. Disini bisa juga berupa kesan dan brand yang dibangun di mata masyarakat. Hal ini pernah dilakukan oleh sebuah pasar swalayan, dimana mereka memunculkan slogan “Jika anda menemukan barang yang lebih murah di tempat toko swalayan sejenis, kami ganti selisihnya dua kali lipat”. Ini memberikan kesan bahwa di Pasar Swalayan tersebut adalah tempat berbelanja yang paling murah di toko swalayan manapun. Padahal, tidak semua harganya paling murah. Mereka melakukan taktik subsidi silang pada produk-produknya, sehingga bisa menutupi satu sama lain. 

 

Lagipula, masyarakat tidak mungkin membandingkan satu per satu tiap barang yang ada di tiap supermarket. Bila memang ditemukan bahwa sebuah pasar swalayan lebih mahal dari tempat mereka, paling tidak selisihnya hanya Rp 500,00 dan itu tidak seberapa dibandingkan dengan keuntungan yang mereka dapatkan karena adanya slogan tersebut.

 

Selain itu, anda bisa membuat image lebih murah dari brand anda, misalkan sebuah perusahaan pesawat terbang, yang memang menyasar kelas menengah kebawah dan konsumen yang ingin menghemat biaya. Mereka menghilangkan berbagai fasilitas seperti makanan dan minuman komplementer, merapatkan jarak antar kursi, dll supaya bisa menekan biaya. Dengan taktik tersebut , harga tiket pesawatnya bisa ditekan dan menjadi keunggulan tersendiri untuk perusahaan tersebut, dibandingkan dengan para pesaingnya.

 

Bisa “Lebih Cepat” dibandingkan yang lain

 

 

Kecepatan dalam beberapa bisnis merupakan sesuatu yang esensial. Dahulu, ketika pengiriman masih sangat sulit, sebuah jasa pengiriman barang di Amerika, menggaransi bahwa barang kiriman akan sampai besok. Ini memberikan keunggulan yang sangat baik dibandingkan dengan pelanggan lainnya.

 

Lebih cepat disini sebenarnya tidak harus dalam bentuk jasa pengiriman atau logistik. Jika anda memiliki toko retail, restaurant, bahkan salon sekalipun, anda bisa berikan pelayanan yang cepat dan memuaskan konsumen, sehingga mereka tidak harus menunggu lama. Cepat bukan berarti asal-asalan, namun memiliki kapasitas lebih untuk bisa melayani dengan lebih cepat, baik dengan menambah skill sumber daya manusianya, atau dengan menambah jumlah pegawai anda. 

 

Dengan begitu, pelayanan dalam bisnis anda akan menjadi lebih cepat dalam berbagai hal, dan itulah keunggulan anda yang membuat bisnis anda maju satu langkah daripada kompetitor anda.

 

Bisa membuat konsumen anda “lebih senang” saat menggunakan produk atau jasa anda

 

Mungkin begitu anda melihat poin no 4 ini, muncul beberapa tebakan di pikiran anda, tentang segala sesuatu yang membuat senang. Saya tidak tahu, apakah anda berpikir beberapa contohnya seperti mainan, game digital, olahraga, dsb. Ya, semua yang disebutkan itu memang betul, namun ternyata konsep ‘lebih senang’ ini bukan hanya dapat dilakukan terhadap produk dasar yang tujuannya untuk kesenangan saja.

 

 

Pernahkah terpikirkan oleh anda bahwa ini konsep ini bisa dipraktekkan dalam segala jenis industri. Misalkan ada sebuah toko sate, yang bernama soto pukul yang sangat ramai. Hal ini disebabkan karena ketika sedang memanggang sate, sang abang sate sering melakukan pukulan kepada gerobak satenya menggunakan kipas. Hal ini yang menjadi ciri khas dari sate tersebut. Atau sebuah food court, yang setiap malam memberikan sajian berupa stand up comedy bagi para pengunjungnya secara gratis, inilah yang menjadikan konsumen anda lebih senang dan dengan senang hati memberikan uangnya kepada anda. Bahkan, jika mereka benar-benar puas, mereka bisa menjadi sales anda tanpa dibayar dengan memberikan referensi kepada teman-teman mereka untuk datang dan membeli produk atau jasa anda. Menarik bukan? Silahkan dipraktekkan untuk bisnis anda masing-masing ya.

 

Faktor X

 

 

Lho? Masih ada ya? Masih dong, inilah poin paling misterius yang dimiliki oleh sebuah bisnis yang sukses di pasaran. Penasaran tentang apa itu faktor X yang dimaksud disini? Tenang saja, sebentar lagi anda akan ketahui tentang ini, setelah anda membaca artikel ini sampai selesai.

 

Ok, faktor X disini adalah segala hal yang tidak terduga yang memang mau tidak mau, mempengaruhi keberhasilan sebuah bisnis. Hal tersebut bisa berarti memiliki kedekatan dengan orang yang berpengaruh/ Networking yang luar biasa, Timing yang tepat dan diterima pasar, dll. Misalkan : sebuah perusahaan souvenir yang biasanya melakukan supply souvenir kepada perusahaan perbankan.

 

 

Secara normal, biasanya sistem pembelian tersebut dilakukan dengan cara tender, namun dengan adanya kenalan dengan orang dalam, tentu akan meningkatkan kemungkinan untuk bisa menjadi supplier bank tersebut.

 

Bahkan, jika kita berbicara tentang industri kreatif, terutama musik, sebuah lagu yang diciptakan oleh seorang penyanyi yang belum dikenal saja bisa tiba-tiba menjadi sukses dan menjadikan artis dan musik yang ia ciptakan menjadi sangat terkenal. Nah, inilah yang terkadang tidak bisa diprediksi dengan cara apapun. Anda bisa menguasai teknik marketing terjago dan produk terbaik, namun penentuan keputusan akhir ada di tangan pasar. Namun itu bukan berarti ada di luar kontrol kita, maka dari itu penting untuk mengetahui setiap detail dari produk kita, mencari banyak kenalan terkait dan networking dengan siapa saja. Jangan-jangan mereka atau sesuatu itu bisa menjadi faktor X yang berperan meleverage bisnis anda ke arah yang lebih baik lagi.

 

Demikianlah beberapa penjabaran kali ini tentang prinsip-prinsip yang dimiliki oleh bisnis-bisnis yang telah sukses dan menjadi andalan di pasaran. Karena anda telah baca artikel ini dan ketahui hal-hal tersebut, tentu bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan bisnis anda, bagaimanapun kondisi bisnis anda sekarang.

 

Lalu, apakah semua prinsip tersebut harus ada dalam bisnis saya? Tidak harus semua, cukup 1 atau 2 saja sudah cukup, karena jika terlalu banyak, konsumen anda bisa bingung dan jati diri bisnis anda malah jadi kurang terbentuk. Biarlah konsumen anda ingat tentang sesuatu yang dominan dari diri bisnis anda, sehingga ketika mereka ingin sesuatu yang spesifik, anda dan bisnis anda lah yang muncul pertama kali di ingatan mereka.

 

13 Reads
Author: Bizhare Editor
1 Suka