17 October 2022
8 menit baca

5 Alasan Terbesar yang Buat Kebanyakan Bisnis, Gagal di tahun Pertama Pendiriannya

8 menit baca

 

Seperti yang sudah kita dengar, lihat dan ketahui sebelumnya, 95% bisnis yang baru berdiri atau sedang merintis, akan hancur di 5 tahun pertama, Apakah betul demikian? Jawabannya bisa ya dan tidak. Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan kemungkinan berhasilnya sebuah bisnis, terutama dengan adanya mentor dan konseksi yang tepat.Namun memang hal tersebut seringkali terjadi. Tahukah kamu, dari sekian banyak bisnis yang bangkrut tersebut, ada beberapa faktor utama penyebab terjadinya hal tersebut. Untuk itu, setelah anda ketahui dan baca artikel ini sampai selesai, anda bisa mencegah hal itu terjadi dalam bisnis anda, yang secara otomatis tingkatkan kemungkinan berhasilnya bisnis anda berlipat ganda. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal tersebut lebih dalam lagi? Yuk lanjutkan membaca.

 

Tidak Ada Permintaan Pasar

 

 

 

Pernahkah anda dengar, sebuah perusahaan yang bangkrut karena ternyata produk atau jasanya kurang diterima oleh pasar? Ya, hal itu terjadi karena terjadi perbedaan antara konsep yang diajukan oleh sebuah bisnis/ perusahaan, dengan kebutuhan sebenarnya dari para konsumen di pasar.

 

Sebelum me-launching sebuah produk atau jasa, tentu kita harus mengecek terlebih dahulu, apakah ada konsumen yang ingin menggunakannya. Bukan hanya ada saja, namun juga kita seharusnya mengecek seberapa besar jumlah calon konsumen tersebut. Mengapa? Karena sebagus apapun konsep produk anda, seberapa canggihnya strategi marketing yang anda gunakan, tidak akan ada artinya jika tidak ada yang mau menggunakan produk dan jasa anda.

 

Lalu bagaimana caranya supaya produk dan jasa anda bisa digunakan oleh pasar? Salah satu caranya adalah buatlah produk dan jasa yang menyelesaikan masalah terbesar dari konsumen anda, bukan hanya keren-kerenan saja.

 

Bayangkan, disaat dunia ini belum ditemukan kacamata, ada banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan. Jika kemudian ada suatu cara entah itu produknya barang atau jasa, yang bisa membuat banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan itu bisa sehat dan melihat seperti sedia kala, apakah orang akan membeli dan menggunakan produk atau jasa tersebut? Jawabannya kemungkinan besar ya. 

 

Metode tersebut adalah salah satu cara terbaik yang bisa anda manfaatkan untuk menjamin permintaan pasar. Biasanya, para pengusaha, hanya memikirkan bagaimana membuat produk atau jasa yang terbaik, baru kemudian menggunakan trik marketing handal untuk meraih pasar, dengan harapan bisa mendapatkan penjualan yang maksimal. Namun, Coba anda bandingkan, lebih baik jika anda menawarkan produk dan jasa yang sudah pasti diinginkan oleh konsumen anda atau harus mengajukan konsep baru anda kepada mereka ? Tentu pilihannya yang pertama bukan?

 

Selain cara tersebut, anda juga bisa melakukan Test survei terlebih dahulu kepada calon konsumen anda, sebelum membuat sebuah produk atau jasa. Dulu, kebanyakan pengusaha di dunia selalu memikirkan bagaimana menciptakan produk terbaik untuk launching di pasaran. Mereka mendesain dan merencanakan sedemikian rupa, hingga akhirnya tercipta produk yang mereka anggap terbaik. Namun, ternyata pada saat di launching, produk tersebut, penerimaan pasar tidak sesuai yang mereka bayangkan.

 

Nah karena hal tersebutlah, kita bisa belajar bahwa, lebih baik jika kita melakukan survey kepada pasar terlebih dahulu. Tidak perlu membuat produk atau jasa anda dengan sempurna, cukup dengan gambaran dan deskripsi saja bagaimana konsep tersebut bekerja, atau bisa juga dengan menggunakan prototype, untuk dapat dicoba oleh beberapa sample calon konsumen yang menurut anda kemungkinan besar mau menggunakannya.

 

Dengan begitu, anda bisa dengan cepat mendapatkan masukan dan saran untuk melakukan penyesuaian yang dibutuhkan terhadap produk atau jasa anda tersebut. Buat apa lagi mengurung diri dan merenung selama berbulan-bulan, menebak apa yang diinginkan oleh konsumen kita, jika kita bisa tanyakan kepada mereka secara langsung kan?

 

Kehabisan Modal

 

 

Modal merupakan faktor yang penting dalam berjalannya sebuah bisnis. Apakah ada bisnis yang tanpa modal? Jawabannya ada. Namun, entah jenis bisnis tersebut membutuhkan modal atau tidak, jika sebuah bisnis ingin berkembang dengan cepat, tentu membutuhkan modal.

 

Mungkin anda penasaran, mengapa kehabisan modal bisa membuat sebuah bisnis gagal. Penjelasannya terletak pada ketidakmampuan bisnis tersebut untuk beroperasi setelah modal habis dan tidak bisa menggaji karyawan.

 

Kebanyakan bisnis, setelah melihat adanya perkembangan dan profit yang cukup bagus, kemudian melakukan perekrutan karyawan, membuka cabang, ataupun menambah budget marketing untuk meraih pasar lebih banyak lagi. Namun, secara bersamaan, mereka mengeluarkan cash untuk ekspansi tersebut. Pilihannya ada 2, berhasil dan mendapatkan lebih banyak pelanggan yang akan membesarkan bisnis anda, atau belum berhasil dan menggerus modal.

 

Jika penggerusan modal ini terus terjadi, maka anda butuh dana tambahan untuk terus memaintain operasional perusahaan. Entah mencari investor tambahan, atau menambah pemasukan profit anda setiap bulannya. Inilah tantangan tersendiri bagi pebisnis untuk mengelola cashflow mereka dengan baik. 

 

Kesalahan yang seringkali dilakukan oleh para pebisnis tersebut, biasanya bahkan setelah mendapatkan uang dari investor, mereka terus menerus membakar uang, tanpa memikirkan strategi bagaimana caranya meraih keuntungan untuk keberlangsungan perusahaan.

 

Untuk itu, sebelum menjalankan sebuah bisnis, anda seharusnya memikirkan strategi bagaimana perusahaan bisa meraih keuntungan, yaitu menetapkan bisnis model yang jelas. Entah dari hasil penjualan, biaya subscription, iklan dll. Selain itu, jika anda mendapatkan dana dari investor, ada baiknya anda membuat divisi tresuri untuk bisa mengelola uang perusahaan dengan baik dan menginvestasikannya, sehingga uang tersebut bisa terus berkembang, sambil dipergunakan untuk kemajuan perusahaan.

 

Tidak memiliki Tim Yang Tepat

 

 

Sebuah ide, market yang bagus dan bisnis model yang mantap, ternyata belum juga cukup untuk meraih kesuksesan dalam bisnis. Inilah kenapa anda sering dengar orang berkata bahwa “ ide itu tidak ada artinya, jika eksekusinya tidak bagus”. Ya, sebuah bisnis bisa berhasil dengan baik karena ada eksekutor yang handal dan tim yang kompak dalam menjalankannya. Tahukah kamu, ternyata hal inilah juga yang menjadi tolak ukur nomor satu bagi seorang investor, sebelum melakukan investasi di sebuah perusahaan?

 

Sebagus apapun ide dan model bisnisnya, jika dikerjakan oleh orang yang kurang tepat maka hasilnya juga kurang maksimal. Ketika anda menjalankan bisnis, pastikan anda bekerjasama dengan orang yang tepat dan mempunyai visi yang sama dengan anda untuk memajukan perusahaan. Setelah itu, letakkanlah orang yang tepat pada posisi terbaik mereka. Pengalaman dan latar belakang juga penting untuk anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengajak mereka bergabung atau bekerja di perusahaan anda. Terkadang, bukan selalu tentang uang dan gaji yang anda berikan, namun bagaimana visi dan mimpi perusahaan bisa diresapi dan diperjuangkan bersama oleh tim.

 

 

Budaya perusahaan juga mempengaruhi produktivitas dan ritme kerja di dalam perusahaan. Saya tidak tahu apakah anda seorang pemilik perusahaan, manager atau karyawan di perusahaan anda, yang jelas ketika anda berada di dalam satu kesatuan tim, kita sebaiknya melebur dan bergerak satu frekuensi demi terciptanya hasil yang diinginkan dalam perusahaan.

 

Namun, anda juga tidak perlu segan-segan jika harus memecat karyawan yang tidak produktif dan membebani kinerja perusahaan. Jangan karena anda sudah mengenal mereka, atau salah satu dari mereka adalah teman anda sendiri, jadi tidak enak ketika mengambil keputusan tegas untuk melakukan pemecatan. Hal inilah yang biasanya menjadi sumber berkurangnya produktivitas perusahaan dan berefek jangka panjang. Maka dari itu, “Hire Faster and Fire Faster”, tentu dengan pertimbangan yang bijaksana ya, demi kesuksesan perusahaan.

 

Kalah dari Pesaing

 

 

Persaingan memang tidak bisa dihindari. Dalam industri apapun, tetap saja ada perusahaan lain yang sudah terlebih dahulu ada, dan itu bukanlah hal yang buruk. Justru dengan adanya persaingan tersebut, tiap bisnis bisa terus berinovasi dan melakukan peningkatan kualitas, demi terciptanya produk yang cocok serta diterima oleh customer. Bayangkan, jika di dalam suatu industri tidak ada persaingan, malahan tidak ada yang namanya kontrol harga dan kualitas, sehingga kurang menguntungkan bagi sang customer itu sendiri.

 

Ketika anda menjalankan sebuah bisnis, anda tentu berusaha untuk menjadi pemimpin pasar dan mengalahkan kompetitor anda. Namun bagaimana jika produk dan jasa anda ternyata kalah bersaing di pasaran? Ya, tentunya pelanggan tidak lagi membeli dari anda yang berefek pada berkurangnya omset perusahaan. Jika tidak segera diperbaiki, perusahaan anda bisa tergerus dan berpotensi untuk gulung tikar. Untuk itu, kuncinya adalah bagaimana bisnis bisa terus bersaing di pasar yaitu dengan terus berinovasi dan membuat terobosan baru, yang tidak terpikirkan oleh pesaing, bahkan oleh customer anda sekalipun.

 

Selain itu, anda juga bisa memanfaatkan branding perusahaan untuk menjalin ikatan emosi dengan pelanggan anda. Ini pernah dibahas di #HeinrichvincentTV episode ke 1 yang lalu. Biasanya beberapa perusahan di luar sana, ada yang bersaing hanya berdasarkan murah-murahan harga. Padahal sebenarnya jika tidak dilakukan dengan hati-hati, itu bisa membuat perusahaan anda bangkrut secara tidak sadar, akibat menipisnya margin yang diterima dari hasil penjualan. Gunakan strategi tersebut dengan bijak dan rencakan strategi lain untuk terus berinovasi dan meraih hati para pelanggan anda untuk bisa berhasil dalam industri anda masing-masing.

 

Penentuan Harga yang Kurang Tepat

 

 

Ternyata Pricing dan Cost juga bisa menyebabkan bisnis menjadi tidak berhasil lho. Sebelum menentukan harga sebuah produk atau jasa, anda sebaiknya melakukan tes pasar terlebih dahulu, berapa harga pasar yang cocok untuk produk dan jasa anda tersebut. Misalkan saja, sebuah properti perumahan pasaran satu unitnya adalah 300jt an, bila anda sudah tahu, rata-rata harga pasaran di daerah sana beserta harga tanahnya, sebenarnya anda punya pilihan. Entah anda mau mengikuti harga pasar disana atau membuat sesuatu yang berbeda dengan mengambil segmen pasar yang berbeda dengan harga yang jauh dibawah harga pasar atau lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar tersebut. Tidak ada yang benar, tidak ada yang salah. Namun, sebelum anda putuskan hal tersebut, alangkah lebih baiknya anda mencari data pembanding dan survey pasar yang akurat, untuk bisa menentukan potensi pasar di wilayah tersebut. Jangan sampai, setelah anda bangun dengan kualitas dan konsep yang menawan, ternyata bukan itu yang diinginkan oleh konsumen di daerah tersebut. Atau, harga tersebut terlalu tinggi untuk kondisi ekonomi mereka. Akibatnya, sebagus apapun produk anda, sehebat apapun tim marketing yang anda kerahkan, tidak akan bisa berhasil untuk mensukseskan bisnis tersebut dan penjualannya karena salah dalam menetapkan harga. Apalagi, dalam bisnis properti seperti pada contoh kali ini, sangat tabu untuk menurunkan harga.

 

Sebenarnya, anda sebaiknya menentukan strategi harga tersebut dari awal sebelum melakukan launching produk atau jasa, karena sekalinya anda mengeluarkan angka, itu akan menjadi benchmark dan patokan, harga dan kualitas yang diharapkan oleh konsumen anda.

 

Pastikan harga yang anda berikan sebanding dengan kualitas yang anda berikan untuk konsumen anda. Harga juga bisa berbeda terkait dengan brand yang ingin anda buat, jika anda ingin membuat kesan premium di produk atau jasa anda, anda bisa buat harga yang cukup mahal, lalu memainkan diskonnya, sehingga tetap terjangkau bagi konsumen anda. Berhati-hatilah dalam menentukan strategi harga ini, karena sekalinya anda tidak berhasil, bisa jadi bisnis anda tidak mendapat tempat di hati konsumen yang berujung pada kebangkrutan.

 

Setelah anda baca artikel ini, mungkin ada rasa penasaran di hati anda, mengapa dalam menjabarkan alasan terbesar bisnis yang mengalami kegagalan, saya juga memberikan beberapa strategi bagaimana menanggulangi hal tersebut. Ya, karena pada dasarnya, segala sesuatu itu boleh saja diketahui, termasuk masalah dan penyebab terjadinya, namun, jika kita terus berfokus pada masalah dan alasan dibaliknya, tentu tidak akan bisa terselesaikan bukan.

 

Dengan anda sudah ketahui solusinya dan berbagai strategi dalam menghadapinya, anda jadi siap dan mantap dalam menyusun strategi bisnis ada sendiri. Akhirnya, kegagalan yang dialami oleh banyak pebisnis di masa lalu, bisa anda hindari bahkan membuat kesuksesan anda menjadi lebih mudah. Ingat, dalam menjalankan sebuah bisnis, salah satu yang terpenting adalah mindset, bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Sebenarnya sebuah bisnis tidak akan gagal, sampai pemiliknya menyerah dan memutuskan untuk menutup bisnisnya. Sebut saja 5 alasan tersebut terjadi, jika sang pemilik bisnis masih ingin meneruskannya bisa saja ia mencari anggota baru, mencari dana tambahan, merubah brand yang sudah ada, dsb. Pada akhirnya tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanya sukses atau belajar dari pengalaman untuk meraih kesuksesan di masa depan.

14 Reads
Author: Bizhare Editor
0 Suka